preloader

DOSEN FKEP LATIH GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA

DOSEN FKEP LATIH GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA

Komunitas anak-anak di sekolah merupakan komunitas yang sangat rentan terhadap terjadinya bencana, bila sekolah tidak aman dari bencana akan berdampak besar bagi komunitas sekolah, terutama anak-anak. Minimnya pengetahuan tentang bencana dan drill (simulasi) sering menyebabkan kepanikan. Terlebih lagi banyak bangunan sekolah yang masih berkualitas  di bawah standar. Banyak sekolah tidak melanjutkan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), meskipun beberapa gurunya telah memahami pentingnya kegiatan tersebut namun tidak tahu bagaimana harus melakukannya (know how), termasuk di SDN Lamklat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Hal ini dikarenakan anggapan butuh dana yang besar (costly) serta rasa ketergantungan kepada bantuan pihak lain (sense of dependency). Padahal guru dapat menjadi pendamping yang paling signifikan untuk mengarahkan dan mendampingi siswa pada masa krisis.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Mandiri (PKMPM) Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, yang diketuai Ns. Rachmalia, MNS., bersama anggota tim Ns. Budi Satria, MNS dan Ns. Maulina, M.Kep., Sp. Kep. Kom melakukan kegiatan “Upaya Peningkatan Kapasitas Guru SDN Lamklat Kecamatan Darussalam kabupaten Aceh Besar dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana” dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan komunitas sekolah sebagai pusat sarana diseminasi pengetahuan kebencanaan yang efektif, dinamis dan berkelanjutan di sekolah. Kegiatan pengabdian secara umum dilaksanakan melalui tiga sesi (3) tahapan, yaitu: i) Pendidikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada guru, ii) Pendidikan  pada siswa dan iii) Simulasi Bencana Gempa. Luaran kegiatan PKMPM ini adalah peningkatan kapasitas pengetahuan bencana, serta memperkuat kemampuan guru SDN Lamklat dalam mengimplementasikan pendidikan kebencanaan dalam simulasi kebencanaan. Kegiatan ini melibatkan 6 orang mahasiswa Kepaniteraan Klinik keperawatan Senior (K3S) Keperawatan Komunitas dan diikuti oleh kepala sekolah, 15 guru sekolah serta 115 siswa- siswi kelas 4,5 dan 6 SDN Lamklat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar.

Para guru mengikuti kegiatan BHD dengan baik dan mampu melakukan redemonstrasi BHD saat evaluasi kegiatan sesi satu yang dipandu oleh Ns. Budi Satria, MNS. Pada sesi kedua, para siswa sangat antusias mengikuti pendidikan tentang yang diberikan berupa materi tentang bencana, resiko bencana dan strategi menghadapi berbagai bencana yang di dampingi oleh Ns. Rachmalia, MNS dan Ns. Maulina. M. Kep., Sp. Kep. Kom serta mahasiswa/i K3S Keperawatan Komunitas. Pada sesi ketiga bersama tim pengabdi dan guru serta siswa melakukan simulasi bencana gempa saat sedang belajar dikelas dan berkumpul di lapangan terbuka yang rutin digunakan sebagai lapangan upacara untuk titik kumpul dan evakuasi. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian berjalan sesuai rencana dan diharapkan akan berkelanjutan untuk berbagai kegiatan upaya pengurangan resiko bencana lainnya (Rlia).

EnglishIndonesia